Langsung ke konten utama

PENGGANGGU BARU: KOMPUTASI AWAN


Salah satu cara untuk memfokuskan kembali teknologi digital Anda pada kebutuhan manusia adalah beralih ke awan. Sekolah di sleuruh dunia membuat langkah ini, dan mungkin dengan alasan yang awalnya belum terpikir oleh Anda. Manfaat seputar biaya sudah diketahui: Sekolah dapat menggunakan awan untuk menghindari investasi modal yang besar dan kuat, overhead manajemen TI, dan teknologi yang usang. Namun, manfaatnya yang nyata adalah akses ke kekuatan komputasi berat yang akan mereka perlukan untuk menghadirkan pembelajaran yang benar-benar dipersonalisasi.

Komputasi awan memungkinkan sekolah untuk menyewa dengan biaya rendah platform holistik serta terpadu yang melayani perubahan kebutuhan peserta didik, pengajar, dan staf. Pada tingkatan teknis, ini adalah penawaran tunggal dengan model data terbaik di kelasnya, sistem inti dan layanan awan berstandar industri, yang dioptimalkan khusus bagi pendidikan.

Keuntungan dari pendekatan ini adalah fleksibilitas untuk menambah teknologi dan kemampuan baru bilamana diperlukan, atau untuk meningkatkan dan menurunkan kapasitas sesuai tuntutan tahun ajaran. Dengan cara ini, sekolah dapat terus berinovasi dan maju dari waktu ke waktu, tanpa merugikan anggaran.

 

Transformasi: Seperti apa bentuknya ?

ü Visibilitas di seluruh sistem dan sekolah lain.

ü Pemahaman yang jelas tentang di mana mengalokasikan sumber daya dan dukungan.

ü Pengelolaan aset secara pintar.

ü Kursus yang dapat dibagi di seluruh kampus.

ü Penggajian secara digital dan otomatis.

 

Visibilitas di seluruh sistem

Analitik dapat mengonsolidasikan sebagian besar data di seluruh sistem pendidikan menjadi satu model data komprehensif yang menyediakan analisis dan pelaporan secara ujung-ke-ujung. Ini memastikan adanya data berintegritas tinggi yang konsisten dan mutakhir serta menyediakan antarmuka pengguna yang sederhana serta elegan bagi input data yang lebih akurat dan terintegrasi dengan alat yang akrab digunakan para pengajar setiap hari.

Ini memungkinkan sekolah untuk menyederhanakan analitik serta memanfaatkan pemodelan baru dan akurat yang mengungkapkan:

ü Perbandingan penggunaan teknologi dengan kinerja peserta didik.

ü Efek berbagai intervensi pada hasil pembelajaran.

ü Efisiensi anggaran sekolah.

ü Gugus-gugus peningkatan pembelajaran.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PROGRAM TRANSFORMASI: LANGKAH PENTING BAGI KESUKSESAN (Bagian 3)

  “Transformasi digital pendidikan sama pentingnya dengan perubahan budaya seperti halnya teknologi.” Mr. Sunil Hettiarachchi Sekretaris Kementerian Pendidikan Sri Lanka “Hal pertama yang biasanya dipikirkan orang adalah perangkat. Namun, transformasi digital lebih dari sekadar teknologi. Nyatanya, Anytime Anywhere Learning Foundation memperkirakan bahwa kurang dari 10 persen pekerjaan yang diperlukan untuk membuat one-to-one  berhasil melibatkan perangkat.” Bruce Dixon, Mitra Pendiri, Anytime Anywhere Learning Foundation   Lalu, apa jawabannya? Mulailah dengan berinvestasi dalam pengembangan visi bersama yang kuat. Dokumen visi merupakan pengungkapan keadaan akhir yang diinginkan. Rasio perangkat one-to-one  bukanlah deskripsi yang memadai tentang keadaan yang diinginkan, melainkan sebatas cara untuk mewujudkannya. Alih-alih, visi tersebut mengungkapkan apa yang dimungkinkan oleh teknologi ini dalam konteks pembelajar, sekolah, sistem, dan masyarakat. Untuk mendapat...

PEMBELAJARAN PROFESIONAL UNTUK PENGAJAR

  5 bidang yang memiliki dampak yang terbukti positif :   1.   Pendampingan dan Pembinaan Menurut Smith dan Ingersoll, pendampingan dan pembinaan intensif yang mencakup observasi kelas serta umpan balik yang teratur membantu meningkatkan kualitas pengajar. Pendampingan dan pembinaan adalah cara bagus untuk membantu pengajar mendiagnosa kebutuhan pembelajaran peserta didik, mengembangkan keterampilan manajemen kelas, dan mengambil pedagogi baru yang spesifik untuk mata pelajaran mereka.   2.   Kelompok Mata Pelajaran dan Kelas Pengajar membuat peningkatan dnegan saling mengamati ruang kelas, mengenali dan memecahkan masalah yang muncul, serta bersama-sama meningkatkan pembelajaran setiap peserta didik. Kelompok mata pelajaran dan kelas adalah cara fantastis untuk menyatukan para pengajar sehingga mereka dapat lebih mudah mendiskusikan berbagai pendekatan, merencanakan mata pelajaran, dan memeriksa kemajuan peserta didik. Bekerja dan belajar bersama juga telah ter...

Kerangka Literasi Digital Indonesia

Secara umum yang dimaksud dengan literasi digital adalah kemampuan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi (TIK), untuk menemukan, mengevaluasi, memanfaatkan, membuat dan mengkomunikasikan konten/informasi, dengan kecakapan kognitif maupun teknikal. Ada banyak model kerangka ( framework ) untuk literasi digital yang dapat ditemukan di internet, dengan ragam nama dan bentuk. Setiap model memiliki keunikan dan keunggulannya masing-masing. Untuk memperkaya khasanah dan diskursus tentang literasi digital di Indonesia, maka ICT Watch merilis tawaran alternatif "Kerangka Literasi Digital Indonesia". Kerangka ini didisain berdasarkan pengalaman ICT Watch menjalankan program pilar Internet Safety  "Internet Sehat" sejak 2002 dan dilanjutkan dengan pilar Internet Rights dan Internet Governance  yang berkesinambungan hingga saat ini. Kerangka Literasi Digital Indonesia terdiri atas 3 (tiga) bagian utama, yaitu: 1) proteksi ( safeguard ), 2) hak-hak ( rights ), d...