Langsung ke konten utama

APA YANG HILANG DARI TRANSFORMASI INI?


 

Para pengajar hebat menganalisis data setiap hari melalui observasi, intuisi, dan pertanyaan. Sekarang kita dapat secara digital mendukung analitik yang dapat membantu pengajar lebih memperhatikan peserta didik mereka tanpa bersusah payah, dengan secara cerdas mengonsolidasikan informasi yang luas serta menyajikannya dengan cara yang bermanfaat.

Analitik juga memungkinkan sekolah untuk melihat bagaimana mereka melacak, sehingga mereka dapat menyelidiki dampak dari berbagai prakarsa baru untuk dengan cepat mengukur tingkat layanan yang mereka sediakan. Ini membantu sekolah untuk terus menyempurnakan perencanaan mereka dari perspektif informasi.

Bagian terbaiknya adalah pengajar tidak diwajibkan menjadi ahli data, atau untuk secara aktif menyelidiki bagan dan diagram untuk membuat keputusan tentang cara terbaik mendukung peserta didik. Analitik harus secara proaktif mengidentifikasi masalah dan mengekspor data dalam format yang mudah dimengerti.

 

Tritunggal analitik: data, pemrosesan awan, dan pembelajaran mesin

Platform cerdas menggunakan data besar, pemrosesan awan, dan pembelajaran mesin untuk menganalisis informasi Anda dan memberikan rekomendasi yang berarti secara real-time. Jenis komputasi ini semakin dikenal sebagai kecerdasan bertambah, sebagai tandingan cermat bagi kecerdasan buatan, yang sering disalahtafsirkan dalam budaya populer.

Kecerdasan tambahan adalah tentang memperkuat tindakan manusia dengan memanfaatkan pengetahuan kolektif untuk memungkinkan keputusan yang lebih baik dan mengurangi pengulangan tugas.

Untuk pengajar, ini berarti platform cerdas yang dapat, misalnya, secara otomatis merekomendasikan berbagai kursus atau intervensi berdasarkan kinerja, kebutuhan, dan preferensi peserta didik. Ini seperti asisten digital, yang membuat peningkatan dan beradaptasi dari waktu ke waktu untuk menjadi lebih bermanfaat serta lebih personal. Tapi selalu ada campur tangan manusia di dalamnya. Keputusan tidak pernah otomatis dan ketika penyelidikan diperlukan, alat-alat seperti Power BI dapat memungkinkan pengajar untuk “menyelam jauh” ke dalam data serta membuat kesimpulan untuk diri mereka sendiri.

Head of Digital Transformation, Catholic Education Western Australia, Aidan McCarthy, menjelaskan: “Ketika data pembelajaran dikonsolidasikan dan dianalisis daari waktu ke waktu untuk kelompok-kelompok besar peserta didik, Anda dapat memperoleh prediksi serta rekomendasi yang kuat untuk membimbing pengajar dan pimpinan sekolah. Ini dapat membentukk dasar permintaan dan pemberitahuan proatif yang tepat waktu.”

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PROGRAM TRANSFORMASI: LANGKAH PENTING BAGI KESUKSESAN (Bagian 3)

  “Transformasi digital pendidikan sama pentingnya dengan perubahan budaya seperti halnya teknologi.” Mr. Sunil Hettiarachchi Sekretaris Kementerian Pendidikan Sri Lanka “Hal pertama yang biasanya dipikirkan orang adalah perangkat. Namun, transformasi digital lebih dari sekadar teknologi. Nyatanya, Anytime Anywhere Learning Foundation memperkirakan bahwa kurang dari 10 persen pekerjaan yang diperlukan untuk membuat one-to-one  berhasil melibatkan perangkat.” Bruce Dixon, Mitra Pendiri, Anytime Anywhere Learning Foundation   Lalu, apa jawabannya? Mulailah dengan berinvestasi dalam pengembangan visi bersama yang kuat. Dokumen visi merupakan pengungkapan keadaan akhir yang diinginkan. Rasio perangkat one-to-one  bukanlah deskripsi yang memadai tentang keadaan yang diinginkan, melainkan sebatas cara untuk mewujudkannya. Alih-alih, visi tersebut mengungkapkan apa yang dimungkinkan oleh teknologi ini dalam konteks pembelajar, sekolah, sistem, dan masyarakat. Untuk mendapat...

PEMBELAJARAN PROFESIONAL UNTUK PENGAJAR

  5 bidang yang memiliki dampak yang terbukti positif :   1.   Pendampingan dan Pembinaan Menurut Smith dan Ingersoll, pendampingan dan pembinaan intensif yang mencakup observasi kelas serta umpan balik yang teratur membantu meningkatkan kualitas pengajar. Pendampingan dan pembinaan adalah cara bagus untuk membantu pengajar mendiagnosa kebutuhan pembelajaran peserta didik, mengembangkan keterampilan manajemen kelas, dan mengambil pedagogi baru yang spesifik untuk mata pelajaran mereka.   2.   Kelompok Mata Pelajaran dan Kelas Pengajar membuat peningkatan dnegan saling mengamati ruang kelas, mengenali dan memecahkan masalah yang muncul, serta bersama-sama meningkatkan pembelajaran setiap peserta didik. Kelompok mata pelajaran dan kelas adalah cara fantastis untuk menyatukan para pengajar sehingga mereka dapat lebih mudah mendiskusikan berbagai pendekatan, merencanakan mata pelajaran, dan memeriksa kemajuan peserta didik. Bekerja dan belajar bersama juga telah ter...

Kerangka Literasi Digital Indonesia

Secara umum yang dimaksud dengan literasi digital adalah kemampuan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi (TIK), untuk menemukan, mengevaluasi, memanfaatkan, membuat dan mengkomunikasikan konten/informasi, dengan kecakapan kognitif maupun teknikal. Ada banyak model kerangka ( framework ) untuk literasi digital yang dapat ditemukan di internet, dengan ragam nama dan bentuk. Setiap model memiliki keunikan dan keunggulannya masing-masing. Untuk memperkaya khasanah dan diskursus tentang literasi digital di Indonesia, maka ICT Watch merilis tawaran alternatif "Kerangka Literasi Digital Indonesia". Kerangka ini didisain berdasarkan pengalaman ICT Watch menjalankan program pilar Internet Safety  "Internet Sehat" sejak 2002 dan dilanjutkan dengan pilar Internet Rights dan Internet Governance  yang berkesinambungan hingga saat ini. Kerangka Literasi Digital Indonesia terdiri atas 3 (tiga) bagian utama, yaitu: 1) proteksi ( safeguard ), 2) hak-hak ( rights ), d...