Langsung ke konten utama

KERANGKA KERJA TRANSFORMASI PENDIDIKAN (Bagian 1)


 


Mentransformasi institusi pendidikan secara keseluruhan adalah kesempatan menarik yang sangat penting. Namun, hal itu pun sarat hambatan. Itulah sebabnya kami mengembangkan Microsoft Education Transformation Framework, yaitu cara yang didorong oleh penelitian dan pengalaman untuk mencapai kesuksesan lebih cepat.

 

Pastikan keberhasilan dengan praktik global terbaik

Microsoft bekerja bersama 130 pembuat kebijakan dan akademisi terkemuka untuk mengevaluasi berbagai studi perihal sekolah, distrik sekolah, dan negara tempat prakarsa transformasi pembelajaran telah menghasilkan perbaikan yang dramatis.

Dengan merekam dan menganalisis bukti serta data penelitian mereka dan bekerja sembari berkonsultasi dengan para akademisi, ahli, dan pembuat kebijakan, kami telah mengenali apa saja yang berhasil dan tidak berhasil. Proyek transformasi yang paling sukses secara global memiliki pendekatan serupa, yaitu holistik, metodis, dan sistematis.

Kami juga menyaring berbagai temuan penting dan membuatnya tersedia bagi para pimpinan sekolah di mana pun.

Hasilnya adalah Kerangka Kerja Transformasi Pendidikan yang didasarkan pada penelitian terbaru menjadi transformasi kebijakan, kepemimpinan, dan pedagogi yang efektif. Anda dapat dengan cepat melihat apa saja yang direkomendasikan oleh para pemimpin global dan memanfaatkan praktik serta pengalaman terbaik mereka, dengan tautan-tautan untuk mempelajarinya lebih lanjut jika diperlukan. Contoh apa yang berhasil dan tidak berhasil dapat membantu Anda menghindari kesalahan yang sama.

Mengakui bahwa konteks sekolah itu beragam, dan bahwa perubahan itu dapat “sekaligus” atau “bertahap”, kerangka kerja ini terbuka dan non-preskriptif, menyediakan sebuah titik awal yang fleksibel.

 

Seperti apa sekolah yang bertransformasi itu ?

Berikut adalah beberapa hasil visioner yang dapat Anda sasar ketika mengembangkan peta transformasi Anda.

 

Pimpinan sekolah :

ü Mempercepat peningkatan berkelanjutan dalam kinerja, kesehatan, kesejahteraan, dan pencapaian peserta didik serta pengajar di kelas, sekolah, atau keseluruhan sistem, berkat informasi dan analisis secara real-time.

ü Terhubung dan berkolaborasi dengan komunitas sekolah yang lebih luas menggunakan komunikasi sosial baru yang nyaman.

ü Memperbaiki peringkat dan kelulusan, serta mengurangi tingkat drop-out.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PROGRAM TRANSFORMASI: LANGKAH PENTING BAGI KESUKSESAN (Bagian 3)

  “Transformasi digital pendidikan sama pentingnya dengan perubahan budaya seperti halnya teknologi.” Mr. Sunil Hettiarachchi Sekretaris Kementerian Pendidikan Sri Lanka “Hal pertama yang biasanya dipikirkan orang adalah perangkat. Namun, transformasi digital lebih dari sekadar teknologi. Nyatanya, Anytime Anywhere Learning Foundation memperkirakan bahwa kurang dari 10 persen pekerjaan yang diperlukan untuk membuat one-to-one  berhasil melibatkan perangkat.” Bruce Dixon, Mitra Pendiri, Anytime Anywhere Learning Foundation   Lalu, apa jawabannya? Mulailah dengan berinvestasi dalam pengembangan visi bersama yang kuat. Dokumen visi merupakan pengungkapan keadaan akhir yang diinginkan. Rasio perangkat one-to-one  bukanlah deskripsi yang memadai tentang keadaan yang diinginkan, melainkan sebatas cara untuk mewujudkannya. Alih-alih, visi tersebut mengungkapkan apa yang dimungkinkan oleh teknologi ini dalam konteks pembelajar, sekolah, sistem, dan masyarakat. Untuk mendapat...

PEMBELAJARAN PROFESIONAL UNTUK PENGAJAR

  5 bidang yang memiliki dampak yang terbukti positif :   1.   Pendampingan dan Pembinaan Menurut Smith dan Ingersoll, pendampingan dan pembinaan intensif yang mencakup observasi kelas serta umpan balik yang teratur membantu meningkatkan kualitas pengajar. Pendampingan dan pembinaan adalah cara bagus untuk membantu pengajar mendiagnosa kebutuhan pembelajaran peserta didik, mengembangkan keterampilan manajemen kelas, dan mengambil pedagogi baru yang spesifik untuk mata pelajaran mereka.   2.   Kelompok Mata Pelajaran dan Kelas Pengajar membuat peningkatan dnegan saling mengamati ruang kelas, mengenali dan memecahkan masalah yang muncul, serta bersama-sama meningkatkan pembelajaran setiap peserta didik. Kelompok mata pelajaran dan kelas adalah cara fantastis untuk menyatukan para pengajar sehingga mereka dapat lebih mudah mendiskusikan berbagai pendekatan, merencanakan mata pelajaran, dan memeriksa kemajuan peserta didik. Bekerja dan belajar bersama juga telah ter...

Kerangka Literasi Digital Indonesia

Secara umum yang dimaksud dengan literasi digital adalah kemampuan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi (TIK), untuk menemukan, mengevaluasi, memanfaatkan, membuat dan mengkomunikasikan konten/informasi, dengan kecakapan kognitif maupun teknikal. Ada banyak model kerangka ( framework ) untuk literasi digital yang dapat ditemukan di internet, dengan ragam nama dan bentuk. Setiap model memiliki keunikan dan keunggulannya masing-masing. Untuk memperkaya khasanah dan diskursus tentang literasi digital di Indonesia, maka ICT Watch merilis tawaran alternatif "Kerangka Literasi Digital Indonesia". Kerangka ini didisain berdasarkan pengalaman ICT Watch menjalankan program pilar Internet Safety  "Internet Sehat" sejak 2002 dan dilanjutkan dengan pilar Internet Rights dan Internet Governance  yang berkesinambungan hingga saat ini. Kerangka Literasi Digital Indonesia terdiri atas 3 (tiga) bagian utama, yaitu: 1) proteksi ( safeguard ), 2) hak-hak ( rights ), d...