Langsung ke konten utama

TIGA TEKNOLOGI KONVERGEN

 


Penggunaan analitik pada objek

Internet untuk Segala (Internet of Things/IoT) memungkinkan objek-objek untuk dirasakan atau dikendalikan dari jarak jauh di seluruh infrastruktur jaringan yang ada. Dengan sendirinya hal ini menciptakan peluang menarik untuk integrasi langsung dunia fisik ke dalam sistem digital. Namun, ketika analitik diterapkan, Anda dapat mengoptimalkan aset-aset Anda secara cerdas untuk mengurangi biaya operasional, meningkatkan efisiensi, dan mengurangi pengulangan tugas manusia.

Lingkungan fisik sekolah dapat secara aktif berkontribusi bagi pembelajaran ketika dilengkapi dengan sensor Internet untuk Segala yang menyesuaikan suara, kualitas udara dan cahaya yang menuruti preferensi belajar individu. Sebagai contoh, sistem pencahayaan IoT dapat mengoptimalkan dirinya sendiri untuk pola-pola penggunaan aktual, menunjukkan area mana saja yang sering dikunjungi, memanfaatkan cahaya alami dengan lebih baik, menghemat biaya energi, dan banyak lagi.

 

Tiga teknologi konvergen:

1. Pembelajaran mesin

2. Data

3. Pemrosesan awan

 

Prinsip utama Dr. Cavanaugh untuk keselamatan dan keamanan

Peralihan ke platform cerdas dengan analitik membutuhkan perencanaan yang jelas dan berbagai kebijakan berorientasi-pembelajaran yang baru. Ada tiga prinsip utama untuk memastikan hal ini dilakukan dengan cara yang aman dan terjaga:

1. Data harus dikaitkan dengan peserta didik melalui kredensial digital yang kuat

2. Alat data dan analitik harus dapat diakses di lingkugan data awan perusahaan yang aman, tidak terkunci dalam aplikasi dan platform eksklusif

3. Alat analitik harus menyertakan visualisasi yang dinamis, algortitma dan layanan gesit untuk data tidak terstruktur yang menafsirkan perkembangan kognitif dan non-kognitif peserta didik

 

Berikut ini adalah pilihan bacaan yang direkomendasikan dan studi kasus yang relevan untuk dijadikan titik awal yang berguna

 

Hattie, J. (2009). Teachers make a difference: what is the research evidence? Autralian Council for Educational Research

Huddleston, B. (2017). Digital Cocaine: a journey toward iBalance. Christian Art Press

Oviatt, S. (2012). Antarmuka Multimodal. Handbook of Human Computer Ingteraction, Lawrence Erlbaum

Cavanaugh, C. (2015). Pendidikan bauran jarak jauh secara online di sekolah-sekolah: Building successful programs. Stylus Publishing

Fullan, M. & Quinn, J. (2015). Coherence: The right dirivers in action for schools, districts, and systems. Corwin

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PROGRAM TRANSFORMASI: LANGKAH PENTING BAGI KESUKSESAN (Bagian 3)

  “Transformasi digital pendidikan sama pentingnya dengan perubahan budaya seperti halnya teknologi.” Mr. Sunil Hettiarachchi Sekretaris Kementerian Pendidikan Sri Lanka “Hal pertama yang biasanya dipikirkan orang adalah perangkat. Namun, transformasi digital lebih dari sekadar teknologi. Nyatanya, Anytime Anywhere Learning Foundation memperkirakan bahwa kurang dari 10 persen pekerjaan yang diperlukan untuk membuat one-to-one  berhasil melibatkan perangkat.” Bruce Dixon, Mitra Pendiri, Anytime Anywhere Learning Foundation   Lalu, apa jawabannya? Mulailah dengan berinvestasi dalam pengembangan visi bersama yang kuat. Dokumen visi merupakan pengungkapan keadaan akhir yang diinginkan. Rasio perangkat one-to-one  bukanlah deskripsi yang memadai tentang keadaan yang diinginkan, melainkan sebatas cara untuk mewujudkannya. Alih-alih, visi tersebut mengungkapkan apa yang dimungkinkan oleh teknologi ini dalam konteks pembelajar, sekolah, sistem, dan masyarakat. Untuk mendapat...

PEMBELAJARAN PROFESIONAL UNTUK PENGAJAR

  5 bidang yang memiliki dampak yang terbukti positif :   1.   Pendampingan dan Pembinaan Menurut Smith dan Ingersoll, pendampingan dan pembinaan intensif yang mencakup observasi kelas serta umpan balik yang teratur membantu meningkatkan kualitas pengajar. Pendampingan dan pembinaan adalah cara bagus untuk membantu pengajar mendiagnosa kebutuhan pembelajaran peserta didik, mengembangkan keterampilan manajemen kelas, dan mengambil pedagogi baru yang spesifik untuk mata pelajaran mereka.   2.   Kelompok Mata Pelajaran dan Kelas Pengajar membuat peningkatan dnegan saling mengamati ruang kelas, mengenali dan memecahkan masalah yang muncul, serta bersama-sama meningkatkan pembelajaran setiap peserta didik. Kelompok mata pelajaran dan kelas adalah cara fantastis untuk menyatukan para pengajar sehingga mereka dapat lebih mudah mendiskusikan berbagai pendekatan, merencanakan mata pelajaran, dan memeriksa kemajuan peserta didik. Bekerja dan belajar bersama juga telah ter...

Kerangka Literasi Digital Indonesia

Secara umum yang dimaksud dengan literasi digital adalah kemampuan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi (TIK), untuk menemukan, mengevaluasi, memanfaatkan, membuat dan mengkomunikasikan konten/informasi, dengan kecakapan kognitif maupun teknikal. Ada banyak model kerangka ( framework ) untuk literasi digital yang dapat ditemukan di internet, dengan ragam nama dan bentuk. Setiap model memiliki keunikan dan keunggulannya masing-masing. Untuk memperkaya khasanah dan diskursus tentang literasi digital di Indonesia, maka ICT Watch merilis tawaran alternatif "Kerangka Literasi Digital Indonesia". Kerangka ini didisain berdasarkan pengalaman ICT Watch menjalankan program pilar Internet Safety  "Internet Sehat" sejak 2002 dan dilanjutkan dengan pilar Internet Rights dan Internet Governance  yang berkesinambungan hingga saat ini. Kerangka Literasi Digital Indonesia terdiri atas 3 (tiga) bagian utama, yaitu: 1) proteksi ( safeguard ), 2) hak-hak ( rights ), d...