Langsung ke konten utama

PROGRAM TRANSFORMASI: LANGKAH PENTING BAGI KESUKSESAN (Bagian 4)

 


Telitilah berbagai komponen perubahan yang terbukti

Dengan adanya visi dan kerangka kerja, penting untuk memperkuat transformasi digital Anda melalui penelitian. Tidak ada keraguan bahwa situasi berbeda-beda, jadi ada gunanya mencari studi kasus dan artikel yang diterbitkan tentang berbagai sekolah yang keadaannya serupa dengan sekolah Anda. Gabungkan penelitian yang berarti ke dalam pelaksanaan visi Anda, dan bersikaplah sangat kritis terhadap “bukti” apa pun yang menyebutkan keterlibatan sebagai manfaat utama.

 

Pahami benar-benar apa arti keterlibatan peserta didik, dan cara mengukurnya

Keterlibatan itu lebih dari sekadar kegembiraan atau perhatian yang meningkat. Ini baru sebagian contoh dari keterlibatan perilaku. Dengan kata lain, hanya karena peserta didik sangat terlibat dengan perangkat tidak berarti mereka terlibat dengan pembelajaran. Keterlibatan sejati membutuhkan keterlibatan emosional dan keterlibatan kognitif, serta keterlibatan perilaku. Ini dapat diukur dengan menggunakan kombinasi kuesioner diri siswa, laporan guru, dan data observasi yang paling tepat.

Dengan memahami berbagai komponen perubahan yang terbukti dan menekan antusiasme Anda dengan manajemen risiko, Anda dapat memastikan keamanan dan kesejahteraan peserta didik telah diutamakan.

 

Rencanakan strategi pendanaan Anda

Pertimbangkan berbagai opsi pendanaan yang tersedia untuk Anda, dan rencanakan prakarsa berkelanjutan yang membahas isu-isu penting seputar keadilan. Anda berkesempatan untuk mengatasi atau menetapkan sebuah pembagian pembelajaran bagi peserta didik Anda. Hampir setiap sistem publik di dunia menawarkan “pendidikan gratis”. Ini sering menimbulkan keengganan untuk meminta kontribusi terhadap teknologi. Namun, bukti global mengungkapkan bahwa salah satu kesalahan terbesar yang dapat dilakukan sistem sekolah adalah memberikan teknologi gratis kepada siswa. Ketika keluarga berkonttribusi, mereka merasa memiliki, ada lebih sedikit kerugian atau kerusakan, perangkat lebih terawat, dan ada lebih sedikit waktu henti.

 

Prinsip-prinsip pendanaan utama

1. Pendanaan harus memastikan semua peserta didik dapat berpartisipasi.

2. Pendanaan harus terstruktur untuk memastikan ia dapat berlanjut tanpa batasan.

3. Pendanaan perangkat harus didukung oleh komitmen bagi pengembangan profesional.

4. Setiap orang yang mendapat manfaat harus memberikan kontribusi.

5. Ketika peserta didik/keluarga berkontribusi, Anda mengalami:

Ø Rasa memiliki meningkat

Ø Kerugian/kerusakan berkurang

Ø Perawatan lebih baik

Ø Waktu-henti berkurang

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PROGRAM TRANSFORMASI: LANGKAH PENTING BAGI KESUKSESAN (Bagian 3)

  “Transformasi digital pendidikan sama pentingnya dengan perubahan budaya seperti halnya teknologi.” Mr. Sunil Hettiarachchi Sekretaris Kementerian Pendidikan Sri Lanka “Hal pertama yang biasanya dipikirkan orang adalah perangkat. Namun, transformasi digital lebih dari sekadar teknologi. Nyatanya, Anytime Anywhere Learning Foundation memperkirakan bahwa kurang dari 10 persen pekerjaan yang diperlukan untuk membuat one-to-one  berhasil melibatkan perangkat.” Bruce Dixon, Mitra Pendiri, Anytime Anywhere Learning Foundation   Lalu, apa jawabannya? Mulailah dengan berinvestasi dalam pengembangan visi bersama yang kuat. Dokumen visi merupakan pengungkapan keadaan akhir yang diinginkan. Rasio perangkat one-to-one  bukanlah deskripsi yang memadai tentang keadaan yang diinginkan, melainkan sebatas cara untuk mewujudkannya. Alih-alih, visi tersebut mengungkapkan apa yang dimungkinkan oleh teknologi ini dalam konteks pembelajar, sekolah, sistem, dan masyarakat. Untuk mendapat...

PEMBELAJARAN PROFESIONAL UNTUK PENGAJAR

  5 bidang yang memiliki dampak yang terbukti positif :   1.   Pendampingan dan Pembinaan Menurut Smith dan Ingersoll, pendampingan dan pembinaan intensif yang mencakup observasi kelas serta umpan balik yang teratur membantu meningkatkan kualitas pengajar. Pendampingan dan pembinaan adalah cara bagus untuk membantu pengajar mendiagnosa kebutuhan pembelajaran peserta didik, mengembangkan keterampilan manajemen kelas, dan mengambil pedagogi baru yang spesifik untuk mata pelajaran mereka.   2.   Kelompok Mata Pelajaran dan Kelas Pengajar membuat peningkatan dnegan saling mengamati ruang kelas, mengenali dan memecahkan masalah yang muncul, serta bersama-sama meningkatkan pembelajaran setiap peserta didik. Kelompok mata pelajaran dan kelas adalah cara fantastis untuk menyatukan para pengajar sehingga mereka dapat lebih mudah mendiskusikan berbagai pendekatan, merencanakan mata pelajaran, dan memeriksa kemajuan peserta didik. Bekerja dan belajar bersama juga telah ter...

Kerangka Literasi Digital Indonesia

Secara umum yang dimaksud dengan literasi digital adalah kemampuan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi (TIK), untuk menemukan, mengevaluasi, memanfaatkan, membuat dan mengkomunikasikan konten/informasi, dengan kecakapan kognitif maupun teknikal. Ada banyak model kerangka ( framework ) untuk literasi digital yang dapat ditemukan di internet, dengan ragam nama dan bentuk. Setiap model memiliki keunikan dan keunggulannya masing-masing. Untuk memperkaya khasanah dan diskursus tentang literasi digital di Indonesia, maka ICT Watch merilis tawaran alternatif "Kerangka Literasi Digital Indonesia". Kerangka ini didisain berdasarkan pengalaman ICT Watch menjalankan program pilar Internet Safety  "Internet Sehat" sejak 2002 dan dilanjutkan dengan pilar Internet Rights dan Internet Governance  yang berkesinambungan hingga saat ini. Kerangka Literasi Digital Indonesia terdiri atas 3 (tiga) bagian utama, yaitu: 1) proteksi ( safeguard ), 2) hak-hak ( rights ), d...