Langsung ke konten utama

PENGAJARAN DAN KEPEMIMPINAN (Bagian 2)


 

Dengan banyak pengajar dilatih untuk menyelenggarakan kelas yang benar-benar berbeda, mendapatkan komitmen luas bagi pergeseran paradigma digital adalah tantangan yang sangat besar. Tanpa alat yang tepat, pelatihan, dukungan teknis, dukungan keuangan serta moral, pengajar bisa saja dengan mudah kembali ke strategi lama hanya karena stres.

 

Pastikan pengajar memiliki alat teknologi yang diperlukan untuk transformasi

Salah satu kesalahan terbesar yang dibuat sekolah dan sistem sekolah adalah gagal memberi pengajar teknologi yang diperlukan untuk transformasi. Contoh paling umum termasuk:

ü Menerapkan program one-to-one dan memberi peserta didik perangkat tetapi bukan pengajar

ü Berinvestasi dalam pengembangan profesional yang tidak dapat dipraktikkan atau diterapkan karena pengajar tidak memiliki akses

ü Menyediakan “pelatihan” perangkat lunak yang tidak dapat dijalankan oleh pengajar di teknologi mereka

ü Gagal memberi pengajar teknologi yang cukup kuat untuk merancang pengalaman pengajaran dan pembelajaran terbaik

Oleh karena itu, penting untuk memberi pengajar teknologi yang tepat sedini mungkin guna memastikan pengembangan profesional seefektif mungkin.

 

Topanglah pengajar dengan pengembangan profesional yang terukur

Sekolah berkinerja tinggi cenderung memberikan fokus yang besar pada pengembangan profesional berbasis sekolah. Beberapa penelitian juga menyoroti hubungan penting antara pengembangan profesional dan keberhasilan program transformasi digital. Meskipun jelas bahwa pengembangan sangat penting bagi kesuksesan, penting pula untuk mengukur dampaknya agar Anda dapat menyempurnakan teknik Anda. Juga penting menjadikan pengembangan profesional sebagai bagian terpadu dari sistem sekolah Anda. Laju inovasi dan perubahan yang cepat berarti teknolgi baru dan peluang pembelajaran baru terus mengemuka sehingga pengajar perlu dilengkapi untuk mengevaluasi serta memahami semua itu.

 

“Kami menghormati pengajaran. Itu sama pentingnya dengan melatih doktor.” Kimmo Koskinen, Vikki Teacher Training School, Helsinki  

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PROGRAM TRANSFORMASI: LANGKAH PENTING BAGI KESUKSESAN (Bagian 3)

  “Transformasi digital pendidikan sama pentingnya dengan perubahan budaya seperti halnya teknologi.” Mr. Sunil Hettiarachchi Sekretaris Kementerian Pendidikan Sri Lanka “Hal pertama yang biasanya dipikirkan orang adalah perangkat. Namun, transformasi digital lebih dari sekadar teknologi. Nyatanya, Anytime Anywhere Learning Foundation memperkirakan bahwa kurang dari 10 persen pekerjaan yang diperlukan untuk membuat one-to-one  berhasil melibatkan perangkat.” Bruce Dixon, Mitra Pendiri, Anytime Anywhere Learning Foundation   Lalu, apa jawabannya? Mulailah dengan berinvestasi dalam pengembangan visi bersama yang kuat. Dokumen visi merupakan pengungkapan keadaan akhir yang diinginkan. Rasio perangkat one-to-one  bukanlah deskripsi yang memadai tentang keadaan yang diinginkan, melainkan sebatas cara untuk mewujudkannya. Alih-alih, visi tersebut mengungkapkan apa yang dimungkinkan oleh teknologi ini dalam konteks pembelajar, sekolah, sistem, dan masyarakat. Untuk mendapat...

PEMBELAJARAN PROFESIONAL UNTUK PENGAJAR

  5 bidang yang memiliki dampak yang terbukti positif :   1.   Pendampingan dan Pembinaan Menurut Smith dan Ingersoll, pendampingan dan pembinaan intensif yang mencakup observasi kelas serta umpan balik yang teratur membantu meningkatkan kualitas pengajar. Pendampingan dan pembinaan adalah cara bagus untuk membantu pengajar mendiagnosa kebutuhan pembelajaran peserta didik, mengembangkan keterampilan manajemen kelas, dan mengambil pedagogi baru yang spesifik untuk mata pelajaran mereka.   2.   Kelompok Mata Pelajaran dan Kelas Pengajar membuat peningkatan dnegan saling mengamati ruang kelas, mengenali dan memecahkan masalah yang muncul, serta bersama-sama meningkatkan pembelajaran setiap peserta didik. Kelompok mata pelajaran dan kelas adalah cara fantastis untuk menyatukan para pengajar sehingga mereka dapat lebih mudah mendiskusikan berbagai pendekatan, merencanakan mata pelajaran, dan memeriksa kemajuan peserta didik. Bekerja dan belajar bersama juga telah ter...

Kerangka Literasi Digital Indonesia

Secara umum yang dimaksud dengan literasi digital adalah kemampuan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi (TIK), untuk menemukan, mengevaluasi, memanfaatkan, membuat dan mengkomunikasikan konten/informasi, dengan kecakapan kognitif maupun teknikal. Ada banyak model kerangka ( framework ) untuk literasi digital yang dapat ditemukan di internet, dengan ragam nama dan bentuk. Setiap model memiliki keunikan dan keunggulannya masing-masing. Untuk memperkaya khasanah dan diskursus tentang literasi digital di Indonesia, maka ICT Watch merilis tawaran alternatif "Kerangka Literasi Digital Indonesia". Kerangka ini didisain berdasarkan pengalaman ICT Watch menjalankan program pilar Internet Safety  "Internet Sehat" sejak 2002 dan dilanjutkan dengan pilar Internet Rights dan Internet Governance  yang berkesinambungan hingga saat ini. Kerangka Literasi Digital Indonesia terdiri atas 3 (tiga) bagian utama, yaitu: 1) proteksi ( safeguard ), 2) hak-hak ( rights ), d...