Langsung ke konten utama

KERANGKA KERJA TRANSFORMASI PENDIDIKAN (Bagian 2)


 

Seperti apa sekolah yang bertransformasi itu ?

Berikut adalah beberapa hasil visioner yang dapat Anda sasar ketika mengembangkan peta transformasi Anda.

 

Pengajar :

ü Memahami lebih banyak tentang peserta didik mereka, dan dukungan atau bimbingan yang mereka butuhkan.

ü Dapat menambah pelajaran mereka bersama para ahli dari mana saja di dunia.

ü Menyediakan umpan balik dan panduan yang kuat, bebas dari metode tradisional serta berulang yang biasanya diperlukan untuk melakukan hal ini.

ü Membuka peluang pedagogis baru, dengan berbagai alat untuk memahami dan memperbaiki dampak.

ü Mendukung pengembangan profesional berkelanjutan mereka sendiri dengan akses ke pelatihan dan jejaring kolega.

 

Peserta didik :

ü Lebih terlibat, termasuk diberdayakan dan didukung.

ü Mendapatkan alat digital dan sumber daya pembelajaran yang canggih untuk pembelajaran yang dipersonalisasi.

ü Dapat belajar dan berinteraksi melalui keyboard, pena, sentuhan, suara, dan antarmuka alami lainnya.

ü Mampu bersama-sama menciptakan, menulis, berkomunikasi, dan berkolaborasi dengan teman sekelas, mentor, dan guru.

ü Dapat menggali ide dan konsep secara lebih mendalam, dengan akses “di mana saja, kapan saja” ke kursus, aplikasi, dan umpan balik.

ü Dapat menetapkan jalur pembelajaran mereka sendiri, bekerja dengan kecepatan mereka sendiri, dan mengejar topik-topik yang melibatkan mereka dalam kurikulum inti.

ü Terlibat dalam kunjungan virtual, percakapan, atau kolaborasi dengan para pakar dari mana saja di dunia.

ü Mengembangkan keterampilan penting untuk kelayakan kerja.

 

Orang tua :

ü Menerima informasi yang rinci dan mudah dipahami tentang kebutuhan, kinerja, dan kesejahteraan anak-anak mereka.

ü Dapat mendukung pembelajaran anak mereka dengan akses langsung ke informasi, pengajar, dan staf sumber daya e-learning serta layanan.

 

Pimpinan teknologi dan manajer TI :

ü Dapat menyederhanakan proses melalui prosedur cerdas dan terotomasi.

ü Meminimalkan biaya-biaya melalui model awan sederhana, bayar-per-penggunaan.

ü Mengoptimalkan investasi yang ada dengan menghubungkannya ke satu sistem tunggal yang terpadu.

ü Meningkatkan kesuksesan terhadap semua investasi yang dilakukan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PROGRAM TRANSFORMASI: LANGKAH PENTING BAGI KESUKSESAN (Bagian 3)

  “Transformasi digital pendidikan sama pentingnya dengan perubahan budaya seperti halnya teknologi.” Mr. Sunil Hettiarachchi Sekretaris Kementerian Pendidikan Sri Lanka “Hal pertama yang biasanya dipikirkan orang adalah perangkat. Namun, transformasi digital lebih dari sekadar teknologi. Nyatanya, Anytime Anywhere Learning Foundation memperkirakan bahwa kurang dari 10 persen pekerjaan yang diperlukan untuk membuat one-to-one  berhasil melibatkan perangkat.” Bruce Dixon, Mitra Pendiri, Anytime Anywhere Learning Foundation   Lalu, apa jawabannya? Mulailah dengan berinvestasi dalam pengembangan visi bersama yang kuat. Dokumen visi merupakan pengungkapan keadaan akhir yang diinginkan. Rasio perangkat one-to-one  bukanlah deskripsi yang memadai tentang keadaan yang diinginkan, melainkan sebatas cara untuk mewujudkannya. Alih-alih, visi tersebut mengungkapkan apa yang dimungkinkan oleh teknologi ini dalam konteks pembelajar, sekolah, sistem, dan masyarakat. Untuk mendapat...

PEMBELAJARAN PROFESIONAL UNTUK PENGAJAR

  5 bidang yang memiliki dampak yang terbukti positif :   1.   Pendampingan dan Pembinaan Menurut Smith dan Ingersoll, pendampingan dan pembinaan intensif yang mencakup observasi kelas serta umpan balik yang teratur membantu meningkatkan kualitas pengajar. Pendampingan dan pembinaan adalah cara bagus untuk membantu pengajar mendiagnosa kebutuhan pembelajaran peserta didik, mengembangkan keterampilan manajemen kelas, dan mengambil pedagogi baru yang spesifik untuk mata pelajaran mereka.   2.   Kelompok Mata Pelajaran dan Kelas Pengajar membuat peningkatan dnegan saling mengamati ruang kelas, mengenali dan memecahkan masalah yang muncul, serta bersama-sama meningkatkan pembelajaran setiap peserta didik. Kelompok mata pelajaran dan kelas adalah cara fantastis untuk menyatukan para pengajar sehingga mereka dapat lebih mudah mendiskusikan berbagai pendekatan, merencanakan mata pelajaran, dan memeriksa kemajuan peserta didik. Bekerja dan belajar bersama juga telah ter...

Kerangka Literasi Digital Indonesia

Secara umum yang dimaksud dengan literasi digital adalah kemampuan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi (TIK), untuk menemukan, mengevaluasi, memanfaatkan, membuat dan mengkomunikasikan konten/informasi, dengan kecakapan kognitif maupun teknikal. Ada banyak model kerangka ( framework ) untuk literasi digital yang dapat ditemukan di internet, dengan ragam nama dan bentuk. Setiap model memiliki keunikan dan keunggulannya masing-masing. Untuk memperkaya khasanah dan diskursus tentang literasi digital di Indonesia, maka ICT Watch merilis tawaran alternatif "Kerangka Literasi Digital Indonesia". Kerangka ini didisain berdasarkan pengalaman ICT Watch menjalankan program pilar Internet Safety  "Internet Sehat" sejak 2002 dan dilanjutkan dengan pilar Internet Rights dan Internet Governance  yang berkesinambungan hingga saat ini. Kerangka Literasi Digital Indonesia terdiri atas 3 (tiga) bagian utama, yaitu: 1) proteksi ( safeguard ), 2) hak-hak ( rights ), d...