Langsung ke konten utama

SELAMAT DATANG DI REVOLUSI INDUSTRI KEEMPAT (Bagian 3)


 


Setiap ekonomi di dunia bergantung pada tenaga kerja yang diperlengkapi untuk dunia yang berubah dengan cepat. Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum) menyatakan, “Pendidikan adalah sumber harapan terdalam kita, jadi kita harus menanam benihnya sekarang juga untuk meraih masa depan yang lebih baik pada esok hari”.

Dewasa ini, laju perubahan menghadirkan tantangan nyata bagi sistem pendidikan. Tidak satu pun negara ingin menelurkan peserta didik dengan keterampilan dan kualifikasi untuk pekerjaan yang mungkin sudah tidak ada lagi. Jadi fokus kita telah bergeser ke melengkapi kaum muda dengan keterampilan masa depan untuk berbagai pekerjaan yang kini belum ditemukan atau kemungkinan tidak akan teromotasi.

Untuk mencoba memahami apa yang akan terjadi, McKinsey Global Institute mengamati profesi-profesi yang paling cepat berkembang dan menganalisis apa saja keterampilan yang dituntut.

Dalam riset itu ditemukan bahwa mereka akan membutuhkan lebih banyak keterampilan kognitif, sosial, dan emosional. Singkat kata, peserta didik kita akan membutuhkan ketahanan untuk menavigasi dunia yang semakin dinamis. Mereka harus menjadi pemecah masalah kreatif yang mampu membayangkan ulang berbagai produk dan layanan seiring dengan kemajuan teknologi. Selain itu, mereka harus menjadi para wirausahawan terampil, dengan segenap keterampilan teknologi untuk membawa ide-ide mereka menuju keberhasilan secara cepat.

Untuk memastikan kaum muda saat ini memiliki keterampilan tersebut dan dapat dipekerjakan di dunia kerja masa depan, Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum) 2016 mengamati: “Sistem pendidikan perlu beradaptasi untuk mempersiapkan para individu dalam menyambut perubahan pasar tenaga kerja. Pada saat yang sama, kemajuan TI baru-baru ini menawarkan berbagai cara baru dan berpotensi lebih mudah diakses untuk mengakses pendidikan”.

 

Masa depan cerah visi Daniel Pink untuk pendidikan yang berpusat pada peserta didik

Tujuan :  Sekolah membantu peserta didik mengidentifikasi dan mengejar tujuan unik mereka.

Efikasi Diri :  Sekolah membantu peserta didik mengembangkan motivasi, kemandirian, kesadaran diri, dan pengelolaan diri.

Pola Pikir Pertumbuhan :  Sekolah membantu peserta didik beralih dari sekadar menyerap pengetahuan ke menerapkan, meningkatkan, dan menginovasikan pengetahuan itu secara terus-menerus.

Alat Digital :  Sekolah membekali peserta didik dengan platform, perangkat lunak, perangkat, dan alat yang tepat untuk berhasil di dalam sebuah ekonomi digital.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PROGRAM TRANSFORMASI: LANGKAH PENTING BAGI KESUKSESAN (Bagian 3)

  “Transformasi digital pendidikan sama pentingnya dengan perubahan budaya seperti halnya teknologi.” Mr. Sunil Hettiarachchi Sekretaris Kementerian Pendidikan Sri Lanka “Hal pertama yang biasanya dipikirkan orang adalah perangkat. Namun, transformasi digital lebih dari sekadar teknologi. Nyatanya, Anytime Anywhere Learning Foundation memperkirakan bahwa kurang dari 10 persen pekerjaan yang diperlukan untuk membuat one-to-one  berhasil melibatkan perangkat.” Bruce Dixon, Mitra Pendiri, Anytime Anywhere Learning Foundation   Lalu, apa jawabannya? Mulailah dengan berinvestasi dalam pengembangan visi bersama yang kuat. Dokumen visi merupakan pengungkapan keadaan akhir yang diinginkan. Rasio perangkat one-to-one  bukanlah deskripsi yang memadai tentang keadaan yang diinginkan, melainkan sebatas cara untuk mewujudkannya. Alih-alih, visi tersebut mengungkapkan apa yang dimungkinkan oleh teknologi ini dalam konteks pembelajar, sekolah, sistem, dan masyarakat. Untuk mendapat...

PEMBELAJARAN PROFESIONAL UNTUK PENGAJAR

  5 bidang yang memiliki dampak yang terbukti positif :   1.   Pendampingan dan Pembinaan Menurut Smith dan Ingersoll, pendampingan dan pembinaan intensif yang mencakup observasi kelas serta umpan balik yang teratur membantu meningkatkan kualitas pengajar. Pendampingan dan pembinaan adalah cara bagus untuk membantu pengajar mendiagnosa kebutuhan pembelajaran peserta didik, mengembangkan keterampilan manajemen kelas, dan mengambil pedagogi baru yang spesifik untuk mata pelajaran mereka.   2.   Kelompok Mata Pelajaran dan Kelas Pengajar membuat peningkatan dnegan saling mengamati ruang kelas, mengenali dan memecahkan masalah yang muncul, serta bersama-sama meningkatkan pembelajaran setiap peserta didik. Kelompok mata pelajaran dan kelas adalah cara fantastis untuk menyatukan para pengajar sehingga mereka dapat lebih mudah mendiskusikan berbagai pendekatan, merencanakan mata pelajaran, dan memeriksa kemajuan peserta didik. Bekerja dan belajar bersama juga telah ter...

Kerangka Literasi Digital Indonesia

Secara umum yang dimaksud dengan literasi digital adalah kemampuan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi (TIK), untuk menemukan, mengevaluasi, memanfaatkan, membuat dan mengkomunikasikan konten/informasi, dengan kecakapan kognitif maupun teknikal. Ada banyak model kerangka ( framework ) untuk literasi digital yang dapat ditemukan di internet, dengan ragam nama dan bentuk. Setiap model memiliki keunikan dan keunggulannya masing-masing. Untuk memperkaya khasanah dan diskursus tentang literasi digital di Indonesia, maka ICT Watch merilis tawaran alternatif "Kerangka Literasi Digital Indonesia". Kerangka ini didisain berdasarkan pengalaman ICT Watch menjalankan program pilar Internet Safety  "Internet Sehat" sejak 2002 dan dilanjutkan dengan pilar Internet Rights dan Internet Governance  yang berkesinambungan hingga saat ini. Kerangka Literasi Digital Indonesia terdiri atas 3 (tiga) bagian utama, yaitu: 1) proteksi ( safeguard ), 2) hak-hak ( rights ), d...