Langsung ke konten utama

Program Unggulan di Sekolah


Sebagai sekolah yang sudah cukup lama, prestasi sekolah (guru dan siswa) perlu terus dipacu dan ditingkatkan. Meski di bidang olah raga pernah berprestasi di tingkat ASEAN dan internasional, tetapi penciptaan prestasi selanjutnya untuk bidang akademik dan non akademik (seni budaya dan olahraga) perlu dirancang kembali mulai sekarang. Untuk itu, agar target penciptaan prestasi (mulai tingkat kabupaten sampai dengan tingkat internasional) bisa tercapai perlu dilaksanakan program-program yang menjadi unggulan sekolah. Program unggulan dimaksud meliputi.

Pertama, mastery learning programme, yaitu program sekolah yang mengarah kepada praktik pembelajaran standar yang tuntas. Inti dari program ini adalah setiap anak yang belajar harus mencapai tingkat ketuntasan (mastery learning) sebagaimana yang dipersyaratkan dalam KKM (kriteria ketuntasan minimal). Anak yang belum tuntas harus diberikan program perbaikan melalui remedial teaching, anak yang telah tuntas diberikan pengayaan (enrichment) atau percepatan (acceleration).

Kedua, quality improvement programme, yaitu program sekolah yang mengarah pada peningkatan dan penciptaan budaya mutu atau kualitas di sekolah. Program ini merupakan program unggulan sekolah, di bidang akademik maupun non akademik baik seni budaya maupin olahraga.

Ketiga, bilingual programme, yaitu program sekolah yang mengarah pada pemakaian dua bahasa yaitu bahasa nasional dan bahasa internasional. Seluruh warga sekolah harus menjadikan minimal satu bahasa asing (misalnya: bahasa Inggris, Arab, Jepang, Jerman, Perancis, atau bahasa Mandarin) menjadi bahasa ilmu pengetahuan dan bahasa komunikasi sehari-hari.

Keempat, e-learning programme, yaitu program sekolah yang mengarah kepada kegiatan pendidikan berbasis pada teknologi informasi dan komunikasi. Segala aktifitas yang dilakukan guru, karyawan sekolah maupun siswa senantiasa berbasis pada high-tech seperti komputer.

Kelima, human resources department programme, yaitu program sekolah yang dirancang untuk pemberdayaan seluruh personil sekolah seperti seminar, workshop, diklat dan beragam kegiatan-kegiatan pemberdayaan lain yang inovatif dan produktif.

Keenam, reward and punishment programme, yaitu program sekolah yang bertujuan untuk memberikan perlakuan kepada seluruh warga sekolah secara adil dan profesional sesuai dengan prinsip-prinsip manajemen modern. Program ini dirancang agar semua warga sekolah selalu termotivasi untuk berprestasi terbaik (need for achievement).

Ketujuh, research and development programme, yaitu program sekolah yang mengarah pada penciptaan sekolah sebagai lembaga riset (research school). Program ini didasarkan pada asumsi bahwa semua ilmu pengetahuan dan teknologi tercipta karena adanya penelitian dan pengembangan. Untuk itu budaya penelitian bagi segenap warga sekolah harus menjadi tradisi keilmuan di tingkat sekolah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PROGRAM TRANSFORMASI: LANGKAH PENTING BAGI KESUKSESAN (Bagian 3)

  “Transformasi digital pendidikan sama pentingnya dengan perubahan budaya seperti halnya teknologi.” Mr. Sunil Hettiarachchi Sekretaris Kementerian Pendidikan Sri Lanka “Hal pertama yang biasanya dipikirkan orang adalah perangkat. Namun, transformasi digital lebih dari sekadar teknologi. Nyatanya, Anytime Anywhere Learning Foundation memperkirakan bahwa kurang dari 10 persen pekerjaan yang diperlukan untuk membuat one-to-one  berhasil melibatkan perangkat.” Bruce Dixon, Mitra Pendiri, Anytime Anywhere Learning Foundation   Lalu, apa jawabannya? Mulailah dengan berinvestasi dalam pengembangan visi bersama yang kuat. Dokumen visi merupakan pengungkapan keadaan akhir yang diinginkan. Rasio perangkat one-to-one  bukanlah deskripsi yang memadai tentang keadaan yang diinginkan, melainkan sebatas cara untuk mewujudkannya. Alih-alih, visi tersebut mengungkapkan apa yang dimungkinkan oleh teknologi ini dalam konteks pembelajar, sekolah, sistem, dan masyarakat. Untuk mendapat...

PEMBELAJARAN PROFESIONAL UNTUK PENGAJAR

  5 bidang yang memiliki dampak yang terbukti positif :   1.   Pendampingan dan Pembinaan Menurut Smith dan Ingersoll, pendampingan dan pembinaan intensif yang mencakup observasi kelas serta umpan balik yang teratur membantu meningkatkan kualitas pengajar. Pendampingan dan pembinaan adalah cara bagus untuk membantu pengajar mendiagnosa kebutuhan pembelajaran peserta didik, mengembangkan keterampilan manajemen kelas, dan mengambil pedagogi baru yang spesifik untuk mata pelajaran mereka.   2.   Kelompok Mata Pelajaran dan Kelas Pengajar membuat peningkatan dnegan saling mengamati ruang kelas, mengenali dan memecahkan masalah yang muncul, serta bersama-sama meningkatkan pembelajaran setiap peserta didik. Kelompok mata pelajaran dan kelas adalah cara fantastis untuk menyatukan para pengajar sehingga mereka dapat lebih mudah mendiskusikan berbagai pendekatan, merencanakan mata pelajaran, dan memeriksa kemajuan peserta didik. Bekerja dan belajar bersama juga telah ter...

Kerangka Literasi Digital Indonesia

Secara umum yang dimaksud dengan literasi digital adalah kemampuan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi (TIK), untuk menemukan, mengevaluasi, memanfaatkan, membuat dan mengkomunikasikan konten/informasi, dengan kecakapan kognitif maupun teknikal. Ada banyak model kerangka ( framework ) untuk literasi digital yang dapat ditemukan di internet, dengan ragam nama dan bentuk. Setiap model memiliki keunikan dan keunggulannya masing-masing. Untuk memperkaya khasanah dan diskursus tentang literasi digital di Indonesia, maka ICT Watch merilis tawaran alternatif "Kerangka Literasi Digital Indonesia". Kerangka ini didisain berdasarkan pengalaman ICT Watch menjalankan program pilar Internet Safety  "Internet Sehat" sejak 2002 dan dilanjutkan dengan pilar Internet Rights dan Internet Governance  yang berkesinambungan hingga saat ini. Kerangka Literasi Digital Indonesia terdiri atas 3 (tiga) bagian utama, yaitu: 1) proteksi ( safeguard ), 2) hak-hak ( rights ), d...