Langsung ke konten utama

Teknik Penulisan Karya Tulis dan Artikel Jurnal Imiah


Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah kegiatan pencermatan yang dilakukan oleh guru dengan menggunakan langkah-langkah atau metodologi ilmiah yang bertujuan untuk memperbaiki atau meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar siswa di kelas melalui penerapan atau penggunaan sebuah tindakan baru yang bersifat kreatif dan inovatif.

Mengapa Guru harus melakukan PTK ?

1. Meningkatkan profesi guru
2. Upaya menyelesaikan masalah yang dihadapi dalam PBM
3. Mendorong guru untuk berfikir reflektif
4. Membangun budaya meneliti dan menulis

Ciri-ciri PTK adalah APIK (Asli, Perlu, Ilmiah, dan Konsisten)

Mengapa Guru harus menulis karya ilmiah ?

1. Angka kredit untuk naik jabatan
2. Angka untuk sertifikasi
3. Peningkatan profesionalisme

Syarat tulisan ilmiah :

1. Isi kajiannya berada pada lingkup pengetahuan ilmiah
2. Langkah pengerjaannya dijiwai dengan metode ilmiah
3. Sosok tampilannya sesuai dan memenuhi syarat sebagai sosok keilmuan

Proses menulis karya ilmiah : Prewriting, Drafting, Revising, Editing, dan Publishing

Indonesia memiliki potensi Sumber Daya Manusia dan Institusi untuk mengembangkan publikasi ilmiah yang bisa menghasilkan minimal 150 ribu publikasi dalam setahun. 

Mengapa memilih Open Journal System ?

1. Proses instalasinya lebih mudah dibandingkan sistem jurnal yang lain
2. Dengan "Open Journal System" dapat mensetting website journal  
3. Menangani pengiriman naskah melalui mitra bestari (peer review)
4. Dapat melakukan pengeditan, pengelolaan edisi terbitan, pengindeksan, dan pencarian.
5. "Open Journal System" berjalan di berbagai platform termasuk windows, dan tidak bergantung pada server Web, dengan kata lain, ini berjalan baik di Apache atau IIS (Internet Information Service)
6. Salah satu sistem open source yang 80% fiturnya sama dengan sistem yang berbayar
7. Mendukung export data ke data base external (penyedia fasilitas indexing)

Unduh bahan Seminar Teknik Penulisan Karya Tulis dan Artikel Jurnal Ilmiah : 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Integrasi TIK Dalam Kurikulum Sebagai Tantangan Era Digital

Pengembangan kurikulum dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah ilmu dan teknologi dan oleh karenanya harus mampu menjawab tantangan pendidikan di era digital abad ke-21 ini. Apalagi sepuluh tahun terakhir dunia pendidikan kita khususnya dalam bidang teknologi pembelajaran dihadapkan oleh berbagai tantangan terkait dengan peran teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Radikalisme TIK menuntut perubahan paradigma pembelajaran yang terpusat pada guru berubah ke pola pembelajaran yang menumbuhkan kreatifitas dan kemandirian siswa merupakan suatu tuntutan. Penggunaan TIK dalam proses belajar mengajar memungkinkan proses pendidikan yang lebih interaktif dan membekali siawa dengan kemandirian yang dibutuhkan di era digital ini, yaitu ICT literacy, kemampuan berkolaborasi, kemampuan berkomunikasi secara efektif, berpikir kritis dan problem solver.  Dengan ditunjang semakin murah, mudah, dan cepatnya akses internet bukan alasan lagi jika guru mulai mengintegrasikan TIK ...

PROGRAM TRANSFORMASI: LANGKAH PENTING BAGI KESUKSESAN (Bagian 3)

  “Transformasi digital pendidikan sama pentingnya dengan perubahan budaya seperti halnya teknologi.” Mr. Sunil Hettiarachchi Sekretaris Kementerian Pendidikan Sri Lanka “Hal pertama yang biasanya dipikirkan orang adalah perangkat. Namun, transformasi digital lebih dari sekadar teknologi. Nyatanya, Anytime Anywhere Learning Foundation memperkirakan bahwa kurang dari 10 persen pekerjaan yang diperlukan untuk membuat one-to-one  berhasil melibatkan perangkat.” Bruce Dixon, Mitra Pendiri, Anytime Anywhere Learning Foundation   Lalu, apa jawabannya? Mulailah dengan berinvestasi dalam pengembangan visi bersama yang kuat. Dokumen visi merupakan pengungkapan keadaan akhir yang diinginkan. Rasio perangkat one-to-one  bukanlah deskripsi yang memadai tentang keadaan yang diinginkan, melainkan sebatas cara untuk mewujudkannya. Alih-alih, visi tersebut mengungkapkan apa yang dimungkinkan oleh teknologi ini dalam konteks pembelajar, sekolah, sistem, dan masyarakat. Untuk mendapat...

PEMBELAJARAN PROFESIONAL UNTUK PENGAJAR

  5 bidang yang memiliki dampak yang terbukti positif :   1.   Pendampingan dan Pembinaan Menurut Smith dan Ingersoll, pendampingan dan pembinaan intensif yang mencakup observasi kelas serta umpan balik yang teratur membantu meningkatkan kualitas pengajar. Pendampingan dan pembinaan adalah cara bagus untuk membantu pengajar mendiagnosa kebutuhan pembelajaran peserta didik, mengembangkan keterampilan manajemen kelas, dan mengambil pedagogi baru yang spesifik untuk mata pelajaran mereka.   2.   Kelompok Mata Pelajaran dan Kelas Pengajar membuat peningkatan dnegan saling mengamati ruang kelas, mengenali dan memecahkan masalah yang muncul, serta bersama-sama meningkatkan pembelajaran setiap peserta didik. Kelompok mata pelajaran dan kelas adalah cara fantastis untuk menyatukan para pengajar sehingga mereka dapat lebih mudah mendiskusikan berbagai pendekatan, merencanakan mata pelajaran, dan memeriksa kemajuan peserta didik. Bekerja dan belajar bersama juga telah ter...