Langsung ke konten utama

Pendidikan dan Pembelajaran dalam Era Industri 4.0




Perubahan Besar Bidang Pendidikan & Pembelajaran dalam Era Industri 4.0:

1.Mulai berkembangnya prinsip demokratisasi pengetahuan yang menciptakan peluang bagi setiap orang untuk memperoleh pengetahuan dan kecakapan dengan memanfaatkan teknologi.

2.Berkembangnya Massive Open Online Course(MOOC); inovasi pembelajaran daring yang dirancang terbuka, saling berbagi, terhubung atau berjejaring satu sama lain.

3.Berkembangnya Artificial Intelligence (AI); sebuah mesin kecerdasan buatan yang dirancang untuk melakukan pekerjaan yang spesifik untuk membantu tugas-tugas keseharian manusia di bidang pendidikan,

4.Artificial Intelligence (AI) membantu pembelajaran yang bersifat individual, mampu melakukan pencarian informasi sekaligus menyajikannya dengan cepat, akurat, dan interaktif.

Keuntungan Teknologi Digital bagi dunia Pendidikan:

1. Akses terhadap pendidikan yang bermutu
2. Brain circulation phenomenon
3. Percepatan penguasaan Iptek
4. Belajar dari Best-practices
5. Belajar menjadi lebih kontekstual
6. Spektrum aplikasi kecakapan yang semakin luas
7. Distribusi keahlian antar-bangsa

Tantangan Ke Depan Bagi Dunia Pendidikan:

1. Internationalisasi Kurikulum dan Standar
2. Ekosistem pembelajaran antar-budaya
3. Sistem pendidikan yang Kompatibel
4. Kecakapan Abad-21
5. Kesiapan individu menghadapi perubahan yang sangat dinamis
6. Pendayagunaan ICT dalam pengelolaan dan pembelajaran
7. Revolusi peran guru dalam pembelajaran



Unduhan Power Point Tantangan Guru dalam Industri 4.0 :
bit.ly/Tantangan_Guru_Industri4



Komentar

Postingan populer dari blog ini

PROGRAM TRANSFORMASI: LANGKAH PENTING BAGI KESUKSESAN (Bagian 3)

  “Transformasi digital pendidikan sama pentingnya dengan perubahan budaya seperti halnya teknologi.” Mr. Sunil Hettiarachchi Sekretaris Kementerian Pendidikan Sri Lanka “Hal pertama yang biasanya dipikirkan orang adalah perangkat. Namun, transformasi digital lebih dari sekadar teknologi. Nyatanya, Anytime Anywhere Learning Foundation memperkirakan bahwa kurang dari 10 persen pekerjaan yang diperlukan untuk membuat one-to-one  berhasil melibatkan perangkat.” Bruce Dixon, Mitra Pendiri, Anytime Anywhere Learning Foundation   Lalu, apa jawabannya? Mulailah dengan berinvestasi dalam pengembangan visi bersama yang kuat. Dokumen visi merupakan pengungkapan keadaan akhir yang diinginkan. Rasio perangkat one-to-one  bukanlah deskripsi yang memadai tentang keadaan yang diinginkan, melainkan sebatas cara untuk mewujudkannya. Alih-alih, visi tersebut mengungkapkan apa yang dimungkinkan oleh teknologi ini dalam konteks pembelajar, sekolah, sistem, dan masyarakat. Untuk mendapat...

PEMBELAJARAN PROFESIONAL UNTUK PENGAJAR

  5 bidang yang memiliki dampak yang terbukti positif :   1.   Pendampingan dan Pembinaan Menurut Smith dan Ingersoll, pendampingan dan pembinaan intensif yang mencakup observasi kelas serta umpan balik yang teratur membantu meningkatkan kualitas pengajar. Pendampingan dan pembinaan adalah cara bagus untuk membantu pengajar mendiagnosa kebutuhan pembelajaran peserta didik, mengembangkan keterampilan manajemen kelas, dan mengambil pedagogi baru yang spesifik untuk mata pelajaran mereka.   2.   Kelompok Mata Pelajaran dan Kelas Pengajar membuat peningkatan dnegan saling mengamati ruang kelas, mengenali dan memecahkan masalah yang muncul, serta bersama-sama meningkatkan pembelajaran setiap peserta didik. Kelompok mata pelajaran dan kelas adalah cara fantastis untuk menyatukan para pengajar sehingga mereka dapat lebih mudah mendiskusikan berbagai pendekatan, merencanakan mata pelajaran, dan memeriksa kemajuan peserta didik. Bekerja dan belajar bersama juga telah ter...

Kerangka Literasi Digital Indonesia

Secara umum yang dimaksud dengan literasi digital adalah kemampuan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi (TIK), untuk menemukan, mengevaluasi, memanfaatkan, membuat dan mengkomunikasikan konten/informasi, dengan kecakapan kognitif maupun teknikal. Ada banyak model kerangka ( framework ) untuk literasi digital yang dapat ditemukan di internet, dengan ragam nama dan bentuk. Setiap model memiliki keunikan dan keunggulannya masing-masing. Untuk memperkaya khasanah dan diskursus tentang literasi digital di Indonesia, maka ICT Watch merilis tawaran alternatif "Kerangka Literasi Digital Indonesia". Kerangka ini didisain berdasarkan pengalaman ICT Watch menjalankan program pilar Internet Safety  "Internet Sehat" sejak 2002 dan dilanjutkan dengan pilar Internet Rights dan Internet Governance  yang berkesinambungan hingga saat ini. Kerangka Literasi Digital Indonesia terdiri atas 3 (tiga) bagian utama, yaitu: 1) proteksi ( safeguard ), 2) hak-hak ( rights ), d...