Langsung ke konten utama

Mendesain Infografis bagi Guru


Apakah Desain Infografis itu ?

Infografis adalah informasi atau data yang diinterpretasikan secara visual.

Mengapa menggunakan infografis ?

1. Penggunaan informasi yang telah divisualisasikan telah meningkat.

2. Terhubung secara visual, dimana hampir 50% otak terlibat secara visual, 70% reseptor sensorik ada di mata, dan visual scene dalam waktu kurang dari 1/10 detik.

3. Hanya membutuhkan 150 mili sekon untuk memproses simbol +100 mili sekon untuk mengartikannya.

4. Memiliki informasi berlebih yaitu: menerima 5x lebih banyak informasi tiap harinya, rata-rata kita mengkonsumsi 34 gigabyte atau 100.500 kata informasi di luar pekerjaan tiap harinya, dan rata-rata kita hanya membaca 28% kata tiap kita berkunjung.

5. Lebih menarik. Peneliti menemukan bahwa warna visual dapat meningkatkan keinginan membaca hingga 80%.

6. Lebih mudah diakses. Sebuah studi menemukan bahwa 70% tingkat pemahaman untuk label dengan teks saja, 95% tingkat pemahaman untuk label dengan teks dan gambar, dan orang yang mengikuti petunjuk dengan teks dan ilustrasi melakukan 323% lebih baik daripada orang yang mengikuti petunjuk tanpa ilustrasi.

7. Lebih mudah diingat: 10% dari yang didengar, 20% dari yang dibaca, dan 80% dari yang dilihat dan dilakukan.

8. Lebih persuasif: 50% penonton diyakinkan oleh presentasi verbal murni, 67% penonton diyakinkan oleh presentasi verbal yang menyertai visual, dan menambahkan gambar membuat percaya dengan apa yang mereka baca.


Unduhan power point membuat Desain Infografis dengan menggunakan Canva:
bit.ly/Desain_Infografik_untuk_Guru

Macam-macam Desain Infografis yang telah dibuat:
bit.ly/contohinfografis6   

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PROGRAM TRANSFORMASI: LANGKAH PENTING BAGI KESUKSESAN (Bagian 3)

  “Transformasi digital pendidikan sama pentingnya dengan perubahan budaya seperti halnya teknologi.” Mr. Sunil Hettiarachchi Sekretaris Kementerian Pendidikan Sri Lanka “Hal pertama yang biasanya dipikirkan orang adalah perangkat. Namun, transformasi digital lebih dari sekadar teknologi. Nyatanya, Anytime Anywhere Learning Foundation memperkirakan bahwa kurang dari 10 persen pekerjaan yang diperlukan untuk membuat one-to-one  berhasil melibatkan perangkat.” Bruce Dixon, Mitra Pendiri, Anytime Anywhere Learning Foundation   Lalu, apa jawabannya? Mulailah dengan berinvestasi dalam pengembangan visi bersama yang kuat. Dokumen visi merupakan pengungkapan keadaan akhir yang diinginkan. Rasio perangkat one-to-one  bukanlah deskripsi yang memadai tentang keadaan yang diinginkan, melainkan sebatas cara untuk mewujudkannya. Alih-alih, visi tersebut mengungkapkan apa yang dimungkinkan oleh teknologi ini dalam konteks pembelajar, sekolah, sistem, dan masyarakat. Untuk mendapat...

PEMBELAJARAN PROFESIONAL UNTUK PENGAJAR

  5 bidang yang memiliki dampak yang terbukti positif :   1.   Pendampingan dan Pembinaan Menurut Smith dan Ingersoll, pendampingan dan pembinaan intensif yang mencakup observasi kelas serta umpan balik yang teratur membantu meningkatkan kualitas pengajar. Pendampingan dan pembinaan adalah cara bagus untuk membantu pengajar mendiagnosa kebutuhan pembelajaran peserta didik, mengembangkan keterampilan manajemen kelas, dan mengambil pedagogi baru yang spesifik untuk mata pelajaran mereka.   2.   Kelompok Mata Pelajaran dan Kelas Pengajar membuat peningkatan dnegan saling mengamati ruang kelas, mengenali dan memecahkan masalah yang muncul, serta bersama-sama meningkatkan pembelajaran setiap peserta didik. Kelompok mata pelajaran dan kelas adalah cara fantastis untuk menyatukan para pengajar sehingga mereka dapat lebih mudah mendiskusikan berbagai pendekatan, merencanakan mata pelajaran, dan memeriksa kemajuan peserta didik. Bekerja dan belajar bersama juga telah ter...

Kerangka Literasi Digital Indonesia

Secara umum yang dimaksud dengan literasi digital adalah kemampuan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi (TIK), untuk menemukan, mengevaluasi, memanfaatkan, membuat dan mengkomunikasikan konten/informasi, dengan kecakapan kognitif maupun teknikal. Ada banyak model kerangka ( framework ) untuk literasi digital yang dapat ditemukan di internet, dengan ragam nama dan bentuk. Setiap model memiliki keunikan dan keunggulannya masing-masing. Untuk memperkaya khasanah dan diskursus tentang literasi digital di Indonesia, maka ICT Watch merilis tawaran alternatif "Kerangka Literasi Digital Indonesia". Kerangka ini didisain berdasarkan pengalaman ICT Watch menjalankan program pilar Internet Safety  "Internet Sehat" sejak 2002 dan dilanjutkan dengan pilar Internet Rights dan Internet Governance  yang berkesinambungan hingga saat ini. Kerangka Literasi Digital Indonesia terdiri atas 3 (tiga) bagian utama, yaitu: 1) proteksi ( safeguard ), 2) hak-hak ( rights ), d...